Setia Menunggu

Setia Menunggu

Pengkhotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Kebanyakan orang pasti sudah mengenal cerita tentang kesetiaan seekor anjing. Yang paling berkesan dari cerita semacam ini tentu adalah kisah tentang Hachiko, yang berdasarkan dari kisah nyata. Kisah Hachiko sendiri sudah cukup lama. Hachiko lahir di tahun 1923 di perfektur Akita, Jepang. Kemudian ia dipelihara seorang professor bernama Hidesaburo Ueno yang saat itu berusia 53 tahun. Saat Hachiko mulai tumbuh besar, sudah menjadi kebiasaan ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachiko selalu mengantar kepergian tuannya hingga ke depan pintu Stasiun Shibuya. Di petang hari saat jam pulang kerja, Hachiko kembali datang ke stasiun untuk menunggu kedatangan dan menjemput Profesor Ueno. Hal ini terus berulang setiap hari.

21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Namun Hachiko tidak mengerti kalau Profesor Ueno sudah tiada. Setiap hari, sekitar jam kepulangan Profesor Ueno, ia terlihat duduk menunggu kepulangan majikannya di depan pintu Stasiun Shibuya. Tubuhnya pun mulai mengurus dan tidak terurus. Beberapa kerabat Profesor Ueno berulang kali menjemput dan mengambilnya, tetapi ia selalu kembali lagi ke Stasiun Shibuya. Selama sembilan tahun lebih, setiap hari Hachiko muncul di stasiun Shibuya tepat pukul tiga sore. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya kecewa karena tuannya tidak kunjung datang. Sampai pada suatu pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachiko yang berusia sekitar 12 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Hachiko sudah tiada, tetapi kesetiaannya kepada sang tuannya terbawa sampai mati.

Sekarang, saat dunia semakin padat dengan persaingan, kisah Hachiko mungkin bisa dijadikan bahan perenungan. Kesetiaan, saling menghormati dan ketulusan hati yang sekarang mulai jarang terlihat di antara manusia ternyata banyak ditunjukan oleh hewan yang ada di sekitar kita. Suatu bukti bahwa Tuhan masih sabar mengajarkan manusia melalui ciptaan-Nya untuk saling menghargai, menjunjung kesetiaan dan mengasihi sesamanya dengan penuh ketulusan.

Silahkan Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini
Hits: 95
About Ruri
Nama Saya Ruri Kusumaningtyas , Saya adalah seorang ibu rumah tangga dengan satu anak dengan latar belakang pendidikan sarjana ekonomi. Saya senang berbagi sehingga apa saja informasi yang saya dapatkan saya bagikan disini, semoaga bermanfaat untuk semua pembaca setia cara.co.id , Salam Sukses