Cara Bisnis Rahasia Menggunakan Teknik Psychological Pricing

Bagikan

Psychological Pricing adalah strategi pemasaran yang berdasarkan dalam teori yang mengemukakan bahwa harga tertentu memiliki dampak yang dapat memengaruhi psikologi seseorang terhadap suatu produk atau barang tertentu.

Strategi pemasaran ini sudah cukup dikenal luas di Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan sudah hampir disadari disekitar kita ketika berbelanja atau mendapatkan penawaran khusus dari sebuah penjualan produk atau barang. Beberapa strategi pemasaran Psychological Pricing seperti berikut ini:

Mengurangi Digit Awalan Harga

Strategi penjualan yang paling populer di Indonesia adalah Charm Pricing atau dalam artianya yakni mengurangi digit atau angka awalan dari harga. Teknik ini seringkali mengandalkan angka 9 sebagai teknik pemasaran.

Contoh dari teknik pemasaran ini yakni dengan menurunkan harga dengan menetapkan harga satu digit di awal. Misalnya harga Rp. 299.000 yang tadi penawaran harga aslinya adalah Rp. 300.000. Tentu orang-orang tetap mengangap harga termurah adalah 299 ribu. Walaupun pada dasarnya hanya berbeda seribu saja yang bahkan tidak memberikan dampak finansial yang signifikan.

Strategi Prestige

Strategi kedua ini adalah kebalikan dari Charm Pricing yang dijelaskan pada langkah pertama diatas. Dimana strategi ini melibatkan semua nilai angka menjadi sebuah bilangan bulat. Sebagai contoh harga asli dari sebuah barang adalah Rp. 199.821 maka sebaiknya Anda membulatkan menjadi Rp. 200.000.

Seorang pakar marketing bernama Monica Wadhwa dan Kuangjie Zhan mengemukakan bahwa dalam sebuah studinya di tahun 2015 bahwa membulatkan harga barang akan membuat seseorang dapat menalar produk jauh lebih mudah dan mendorong agar seseoran untuk ketergantungan terhadap barang yang dijual. Dengan kata lain bahwa ini memiliki potensi besar untuk membuat orang dapat menggunakan atau membeli barang Anda kembali.

Beli Dua Gratis Satu

Jika Anda pernah bebelanja di Minimarket atau pakaian grosir. Anda mungkin pernah mendapatkan atau melihat promo beli beberapa item akan mendapatkan item gratis tambahan. Nah inilah salah satu teknik dari psychological pricing yang umum digunakan.

loading...

Sesuatu yang gratis seringkali membuat orang untuk tertarik mendapatkannya. Walaupun beberapa orang tidak memikirkan kemungkinan kerugian atau hal tidak ada bedanya ketika membeli semuanya secara langsung dengna harga asli dari barang tersebut.

Menempatkan Barang Pembanding

Satu hal yang cukup efektif untuk membuat produk Anda laku disaat persaingan begitu ketat adalah dengan mensandingkan barang Anda di produk dengan  harga yang jauh lebih mahal.

Ini tidak hanya berlaku pada pada barang yang sejenis, namun pada skala dan intensitas produk yang berbeda sekalipun bisa saja membuat seseorang bias dalam memilih barang tersebut. Ambil contoh bahwa minyak goreng 1kg dengan harga 14.900 bersanding dengan minyak goreng 3kg dengan harga 43.642. Pada saat dimana orang terburu-buru, seringkali mereka tidak menggunakan nalar lagi untuk membandingkan secara detail kedua barang tersebut. Sehingga ini bisa memengaruhi pemilihan mereka secara sederhana yang terlintas pertama.

Menampilkan Harga Visual Yang Detail

Teknik pemasaran ini baru beberapa tahun yang lalu marak di Indonesia yang pertama kali diterapkan oleh salah satu produsen minuman luar dan kini hampir sebagian besar merek menerapkan harga yang sama.

Teknik ini melibatkan harga yang ditempatkan secara detail perproduk. Mungkin Anda pernah berkunjung ke supermarket atau minimarket yang melihat setiap kemasan produk dalam jumlah banyak menampilkan harga persatunya dalam kemasan atau bungkusan mereka. Sama halnya yang dilakukan oleh Big Cola pada tahun 2015 dengan menyertakan harga satuan botol minuman mereka ke setiap kemasa produknya. Sehingga ini bisa membuat beberapa orang terlintas melihat bahwa minuman mereka murah. Walaupun saat penjualan produk mereka dijual tidak dalam satuan melainkan perkarton atau dalam jumlah banyak lainnya.

Bagikan

loading...