Hal Yang Harus Diketahui Tentang Janin Meninggal Didalam Kandungan

Bagikan

Janin meninggal di dalam kandungan sama sekali berbeda dengan keguguran. Banyak orang masih bingung antara kedua konsep tersebut. Infertilitas adalah kondisi di mana janin berkembang dan meninggal di rahim setelah 20 minggu kehamilan. Sementara keguguran bisa terjadi kapan saja sebelum minggu ke 20 kehamilan

Tanda bayi meninggal di dalam kandungan

Pertama-tama, kelahiran mati sering menimbulkan rasa takut pada ibu dan keluarga, karena mereka terobsesi membawa mayat di perut. Namun, janin tidak menimbulkan bahaya kesehatan dan kehidupan sang ibu bila tidak ada komplikasi.

Jika kematian janin tetap dalam kasus persalinan prematur (1 sampai 2 bulan), mungkin akan hilang. Terkadang ibu sendiri tidak tahu ia hamil dan bayinya sudah meninggal. Jika kehamilannya parah, maka akan mengakibatkan keguguran (3 sampai 6 bulan), atau farrowing (lebih dari 6 bulan) tapi mati di rahim.

Kematian janin di dalam kandungan setiap orang berbeda. Biasanya, angka kematian janin pada kehamilan lebih besar, waktu tinggal lebih pendek di rahim. Proses kematian janin terjadi seperti perdarahan normal atau melahirkan, namun durasi menopause dan persalinan lebih lama dan darahnya mungkin lebih lama mengalir. Dan juga kontraksi rahim menyebabkan rasa sakit, leher rahim harus terbuka bagi bayi yang baru lahir. Namun, beberapa kasus kematian janin tidak segera hilang namun tetap berada di rahim untuk beberapa lama, jadi jika tidak diangkat lebih awal, ibu mungkin mengalami infeksi parah atau menyebabkan gangguan koagulasi darah bagi ibu.

Bagaimana menyelamatkan janin mati dalam kandungan?

Jika ibu menemukan atau merasa bayi tidak bergerak, obesitas perut, kelelahan tubuh, anoreksia, terutama cairan vagina menghasilkan kelainan, ibu harus dirujuk ke fasilitas medis untuk pemeriksaan dan ultrasound. Pemeriksaan USG akan mengetahui status kesehatan janin dan denyut jantung janin.

Setelah kondisi janin diidentifikasi dengan benar, amniosentesis dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab lahir mati. Kematian janin kemudian diobati dan diintervensi lebih awal, meminimalkan dampak pada kesehatan ibu dan kesehatan psikologis.

Bagaimana cara merawat janin mati dalam kandungan?

Janin meninggal di dalam rahim dapat menyebabkan kerugian besar baik ibu fisik maupun mental. Janin yang meninggal setelah deteksi akan diproses sesuai metode berikut.

  • Kelahiran alami

Ini adalah cara yang paling tidak mungkin untuk merawat ibu hamil. Dalam kasus ini, ibu memilih untuk menginduksi persalinan dan melahirkan sebagai kelahiran alami, dapat menggunakan anestesi atau tidak. Jika rahim ibu tidak sepenuhnya terbuka, oksitosin disuntikkan untuk merangsang kontraksi persalinan, dan janin akan mati.

  • Pencegahan lahir mati

Untuk mencegah fenomena ini, sebelum konsepsi baik istri dan suami harus berhati-hati dalam makan seperti: jangan menggunakan stimulan (alkohol, bir, rokok, obat-obatan); Wanita hamil seharusnya tidak bekerja terlalu keras,menghindari paparan bahan kimia dan pencemaran lingkungan, makan penuh nutrisi, istirahat yang cukup, jaga mood selalu nyaman,dapatkan perawatan antenatal reguler dengandokter Anda untuk memantau perkembangan bayi Anda dan juga kesehatan Anda.

Bagikan